Kamis, 11 Agustus 2011

Arti Lagu: ESA MOKAN



Teks
Arti
Esa mokan
Hanya Satu
Genangku wia niko
Harapanku padamu
Tia mo mah zua-zua genang
Jangan mendua hati
E  Karia
E  Sahabat (kekasih)
Ref:

Mengaley - mengaleyuman
Senantia berdoa/meminta
Wia Si Opo Wailan
Pada Tuhan 
Pakatuan, Pakalawiren,  kita zua ya
Diberi umur panjang,  diberkati, kita berdua

7 komentar:

  1. kapa'azku ung kakanteren kenu...

    sa'nyaku e tou Lolah..

    kai e lakezo se weru tou en zei mo mata'u mahtombulu..
    ta'an ulit naria, pahpa'en e nunuwu'en ta kenu tawi mo ma 'punah', toro 'lestari'-en.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ene, tantu ka'areta sa nyitu mapali tare la. Mengura se pemerintah rewek muali la u siner nera wangunen "muatan lokal" wana ang kurikulum ne maskola. Sa zekan rewekela, maurepe ka'ma e zeimo syapa weru tou mata'u mah tombulu.

      Hapus
  2. masuad wo nyaku....nyaku kangkasi tou lolah....

    BalasHapus
  3. Setelah kembali ke tanah kelahiran dan secara aktif kembali menggunakan bahasa Tombulu selama 2 minggu, saya berpendapat bahwa terjemahan "Esa Mokan" terasa belum tepat. Penggunaan kata "HANYA" dalam Tombulu biasanya diterjemahkan dengan kata "MAN" dengan struktur terbalik dengan bahasa Indonesia, seperti:
    Hanya bergurau: MAUWAK MAN
    Hanya perempuan: WEWENE MAN
    Hanya laki-laki: TUAMA MAN
    Hanya mencoba: MA' WA MAN
    Hanya satu: ESA MAN
    Hanya minum: MELEP MAN
    Dan lain-lain.....
    Penggunaan MOKAN dalam bahasa Tombulu lebih bermakna sebagai "TINGGAL/TERTINGGAL/SISA/TERSISA.
    Dengan demikian, penerjemahan judul lagu Esa Mokan mungkin lebih cocok diterjemahkan sebagai "TERTINGGAL SATU". Memang agak aneh terjemahannya dalam bahasa Indonesia tapi makna si penulis lagu memiliki banyak harapan terhadap kekasihnya tapi pada saat itu tertinggal satu harapan yang utama atau yang belum terwujud yaitu agar kekasihnya tidak "MAH ZUA-ZUA GENANG" alias mendua hati.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih utk penjelasannya, smoga tdk pernah bosan...

      Hapus
  4. Semoga ditengah2 kuatnya arus globalisasi,bahasa2 daerah kita tetap lestari dari generasi ke generasi...

    BalasHapus